pengujian tan delta belitan trafo menggunakan alat uji CPC 100 omicron

Posted: Juli 3, 2009 in Listrik & elektro

Hosted by imgur.com

pada dasarnya dalam pengujian tan delta baik pada belitan trafo maupun pada peralatan listrik lainnya sama, namun yang berbeda yaitu cara penggunaan alat tersebut, berikut cara atau prosedur dalam melakukan pengujian tan delta pada belitan trafo menggunakan alat uji cpc 100 omicron

Rincian Instruksi Kerja :

I PERSIAPAN UMUM

1. Siapkan peralatan kerja berupa:

- Alat uji CPC 100 Omicron, berikut kabel-kabel dan aksesorisnya

- Booster tegangan (CP TD1), berikut kabel-kabel dan aksesorisnya

- Flash disk

- Toolset dan toolbox

- Roll kabel

- AVO Meter

- Terpal

- Kabel shorting berikut penjepitnya

- Perlengkapan K3

2. Siapkan material kerja

- Lap pembersih

- Hampelas

- Contact Cleaner

3. Letakan alat uji pada tempat yang aman, terlindung dari sinar matahari langsung dan terjangkau dari titik/ klem terminal yang akan diuji

4. Persiapkan blangko pengukuran/ pengujian

5. Catat spesifikasi peralatan yang akan diuji

6. Pastikan peralatan yang akan diuji bebas dari tegangan

7. siapkan sumber daya satu phasa

8. Pasang pentanahan temporer pada peralatan yang akan diuji sehingga aman dalam melakukan pelepasan kebel/ konduktor pada terminal peralatan yang akan diuji

9. Lepas klem-klem pada bushing trafo (primer, sekunder, tersier, dan netral)

10. bersihkan bushing dari debu dan kotoran, termasuk stud bushing

11. Rangkai alat uji sesuai dengan buku petunjuk (manual instruction)

II PELAKSANAAN

A. Rangkaian Mode Pengujian

Hosted by imgur.com

B. Pengujian Trafo

1) Persiapan awal:

- Pastikan data-data trafo yang akan diuji sudah dicatat

- Pastikan pentanahan trafo telah terhubung baik dengan terminal pentanahan CPC 100

- Pastikan Booster tegangan (CP TD1) memiliki pentanahan juga

2) Pelaksanaan pengujian

2.1 Jumper atau shortkan center conductor pada bushing untuk masing-masing belitan trafo (primer {R,S,T,N}, sekunder {r,s,t,n, dan tersier jika ada

2.2 Sisi tegangan tinggi (primer) dihubungkan dengan kabel HV dari CP TD1 (booster tegangan) yang telah terkoneksi dengan CPC 100

2.3 Sisi tegangan rendah (sekunder) dihubungkan dengan kabel LV (biasanya warna merah) dari CPC 100

2.4 Sisi tegangan tersier (bila ada) dihubungkan dengan kabel LV (biasanya warna biru)

2.5 Hubungkan kabel power dari CPC 100 ke stop kontak kemudian nyalakan alat CPC 100 (maka LCD monitor dan lampu hijau akan menyala)

2.6 Pilih OK apabila muncul peringatan untuk penggunaan grounding peralatan

2.7 Tekan “simbol trafo” tenaga pada menu pilihan cepat dari aplikasi

2.8 Pilih “tan delta” pada monitor dengan cara memutar “handwheel” untuk pengukuran tan delta, kemudian tekan enter pada numerical keypad. (muncul halaman utama pengujian tan delta)

Hosted by imgur.com

2.9 Pilih (select) auto test point [V,f] untuk pengujian secara otomatis, biarkan kosong untuk pengujian secara manual pada rating tegangan dan frekuensi berbeda

2.10 Ubah nama halaman (card) pengujian sesuai nama trafo yang akan diuji (contoh: TRF3_KDPTN) dengan menggunakan menu numerical keyboard

2.10 Masukan nilai nominal tegangan dan frekuensi (bisa lebih dari satu) kemudian pilih ADD TO AUTO untuk memindahkan nilai tegangan dan frekuensi ke kolom “auto test point”

2.11 Pilih mode pengujian yang terdiri dari (UST-A, UST-B, UST-A+B, GST, GSTg-A,

GSTg-B, GSTg-A+B)

2.12 Pilih (select) assessment untuk proses evaluasi hasil pengukuran secara otomatis, kemudian masukan nilai Cref (kapasitansi referensi) dan DFref ( tan delta referensi)

2.13 Tentukan pilihan seting pengukukan yang terdiri dari:

. Cp, DF (tan δ) = pararel kapasitansi & tan δ

. Cp, PF (cos φ) = pararel kapasitansi & power factor

. Cp, Ptest = Pararel kapasitansi dan daya

. Cp, P@10kV = pararel kapasitansi dan daya

diumpamakan pada 10kV

. Qtest, Stest = daya reaktif dan daya semu

. Z = impedansi dengan sudut phasa

. Cp, Rp = pararel kapasitansi dan resistansi

. Ls, Rs = induktansi dan resistansi yang dipasang seri

. Cp, Q = pararel kapasitansi dan daya reaktif

. Ls, Q = induktansi dan daya reaktif yang dipasang seri€

2.14 Masukan nilai banyaknya pengujian (1-20) yang kemudian dirata-ratakan untuk nilai hasil pengujian yang akan ditampilkan di display hasil pengujian

2.15 Masukan nilai toleransi + atau – (penambahan atau pengurangan) maksimal dari frekuensi pengujian

2.16 pilih menu setting pada soft touch key, untuk menentukan seting pengujian

Hosted by imgur.com

2.17 Masukan nilai pada kolom “assessment limits” untuk menjadi batasan toleransi dari nilai assessment (evaluasi) pada halaman utama, (Cref untuk toleransi kapasitansi dan DFref x untuk toleransi tangen delta)

2.18 Custom calibration diisi apabila dilakukan proses kalibrasi alat

2.19 Pilih (select) kolom use beeper untuk pengujian yang dimana apabila proses pengujian berlangsung maka akan muncul bunyi dengan selang waktu tertentu, kosongkan kolom use beeper untuk bunyi diawal dan akhir proses pengujian saja

2.20 Pilih (select) kolom perform shield check untuk pengecekan secara otomatis oleh alat apakah pengaman kabel HV sudah terkoneksi dengan benar atau belum

2.21 Pilih (select) kolom compensations kemudian isi suhu minyak, suhu luar, kelembaban serta faktor-k. Nilai faktor-k diisi berdasarkan tabel koreksi suhu, karena nilai faktor-k tersebut tidak berubah secara otomatis setelah pengisian suhu minyak, suhu luar, dan kelembaban. Adapun untuk pengsisian nilai faktor-k secara otomatis dapat memilih pilihan berikut:

- ANSI C57.12 : K=0,94

- Bushings > :

1. Resin Bonded Paper (RBP): K=1,05

2. Resin Impregnated Paper: K=1,01

3. Oil Impregnated Paper: K=1,02

2.22 Pilih (select) kolom Use ext. CT jika menggunakan CT eksternal (Use ext. CT hanya bisa diisi sebelum hasil pengujian muncul)

2.23 Setelah halaman setting diisi, pilih main page untuk kembali ke halaman utama pengujian, kemudian cek kembali pengisian data pada halaman utama tersebut

2.24 Setelah pengisian data dianggap yakin dan pengujian siap dimulai, posisikan tombol emergency stop ke posisi menjorok keatas (siap ditekan) dengan cara putar ke kiri kemudian tarik ke atas

2.25 Tekan tombol I/O (test start/ stop), kemudian muncul peringatan “Attention High Voltage Output Press I/O to start”

2.26 Tekan kembali tombol I/O untuk memulai pengujian (lampu perhatian warna merah menyala dan muncul bunyi sesuai setting pada kolom beeper di halaman seting, yang menunjukan proses pengujian sedang berlangsung)

2.27 Tunggu proses pengujian sampai muncul hasil pengujian

2.28 Setelah muncul hasil pengujian (berupa nilai V, A, Hz, f, %, ?), diikuti dengan matinya lampu perhatian warna merah dan menyalanya lampu perhatian warna hijau kemudian tekan tombol emergency stop

2.29 Pilih (tekan) simbol “save” pada menu pilihan tampilan cepat untuk menyimpan hasil pengujian berdasarkan mode pengukuran tertentu (kemudian muncul pilihan disk tempat penyimpanan hasil pengujian)

2.30 Pilih nama dari flash disk yang disediakan untuk pemindahan data hasil pengujian ke komputer

2.31 Pilih save atau save as untuk menyimpan hasil pengujian tersebut ke flash disk

2.32 Tulis / edit nama untuk file hasil pengujian tersebut (contoh: TRF3_KDPTN), kemudian pilih OK, maka hasil pengujian untuk mode pengujian tertentu sudah tersimpan di Flash Disk

2.33 Setelah satu mode pengujian selesai dilaksanakan, maka pengujian dapat dilanjut untuk mode pengujian lainnya sesuai mode-mode pengujian yang tertuang pada blangko pengujian tangen delta. Banyaknya mode pengujian yang diujikan tergantung dari objek trafo yang akan diuji, sesuai tabel berikut :

No Jumlah Belitan Trafo Konfigurasi Kabel Pengujian (Kabel HV & LV) Mode Pengukuran yang Diujikan

1 2 (dua) belitan Primer = kabel HV

Sekunder = kabel LV (merah) UST-A, GST, GSTg-A

Primer = kabel LV

Sekunder = kabel HV (merah) UST-A, GST, GSTg-A

2 3 (tiga) belitan Primer = kabel HV

Sekunder = kabel LV (merah)

Tersier = kabel LV (biru) UST-A, UST-B, UST-A+B, GST, GSTg-A, GSTg-B, dan GSTg-A+B

Primer =Kabel LV (merah)

Sekunder = kabel LV (biru)

Tersier = kabel HV UST-A, UST-B, UST-A+B, GST, GSTg-A, GSTg-B, dan GSTg-A+B

Primer = kabel LV (biru)

Sekunder = kabel HV

Tersier = kabel LV (merah) UST-A, UST-B, UST-A+B, GST, GSTg-A, GSTg-B, dan GSTg-A+B

2.34 Untuk melaksanakan pengujian dengan mode pengujian lainnya, pilih insert card pada monitor, kemudian ubah kolom mode pengujian dengan mode pengujian yang diinginkan sesuai tabel diatas

2.35 Ulangi langkah pengujian diatas untuk mode pengujian lainya dan pada konfigurasi kabel pengujian yang lainya sesuai tabel diatas, dimana setelah hasil pengujian muncul untuk penyimpanan ke FD cukup dengan memilih menu save

2.36 Setelah seluruh mode dan skenario pengujian tan delta selesai dilaksanakan, pastikan hasil pengujian tersimpan di flash disk

2.37 Tekan tombol emergency untuk mengembalikan pada posisi semula

2.38 Matikan CPC 100 dan lepas kabel power dari stop kontak

2.39 Lepas flash disk dari CPC 100, untuk pemindahan data ke komputer

2.40 Lepas dan kembalikan semua aksesoris alat uji CPC 100 pada tempatnya sesuai lembar checklis alat pada masing-masing peti alat

2.41 Pasang kembali konduktor pada bushing trafo

2.42 Pekerjaan pengujian tan delta selesai

III PEMBUATAN LAPORAN

1. Masukan flash disk pada komputer yang disediakan

2. Buka program omicron excel file loader (maka muncul halaman berikut)

Hosted by imgur.com

3. Pilih Enable Macros (kemudian muncul halaman berikut)

Hosted by imgur.com

4. Arahkan kursor pada Load XML-File, kemudian klik maka akan muncul halaman berikut:

Hosted by imgur.com

5. Klik (buka) flash disk tempat penyimpanan hasil pengujian, contoh CPC 100 CRB (kemudian muncul halaman berikut)

6. Pilih file hasil pengujian, contoh TRF.3 KDPTN (tipe XML document), kemudian klik open, maka akan muncul halaman depan, overview, dan hasil pemeliharaan untuk masing-masing mode pengujian

7. Print masing-masing halaman hasil pengujian

8. Proses pembuatan laporan selesai

About these ads
Komentar
  1. Heroe mengatakan:

    MAntab…..die,,boleh dunk ajarin Heru euy,,masih can bisa nanaon euy,,,,,,,
    btw kpn ente mampir ke serang deui??
    nope ente ga da,hpna ilang euy,,,sms ke no,heru,,msh yg lama punya heru

  2. Dodik evan mengatakan:

    bagus nih tutorial pengujian tan delta pake cpc 100, untung ketemu ini waktu nyari…
    btw ada pengujian yang lain ga pake cpc lat2 omicron?

    • soekadie mengatakan:

      mkc, sbenarnya masih byk fungsi CPC100 selain untuk pengujian tan delta, bisa untuk uji rasio, burden CT dan lain sbagainya, sebenernya pengen sya tuliskan semua itu untuk sekedar sharing akan tetapi sekarang saya sudah tidak menjadi operator alat tersebut lagi dikarenakan ada mutasi tugas di perusahaan saya, sehingga untuk menuliskannya agak kesulitan karna harus dbarengi dngan gambar2 dan praktek, mohon maaf dan trimakasih.

  3. prabowo mengatakan:

    mas soekadie bagaimana kalo pengujian trafo di GIS500 KV bisa gak?
    tanpa melepas gasnya, (Primer dan sekundernya). kan sayang gasnya mahal.
    lalu ada wiring diagram/layout pengetesan untuk sistem GIS untuk tangen delta.
    untuk pengujian seperti ini bisa gak?

    mau tanya juga, kenapashi trafo tidak bisa diuji tangen delta. padahal seluruh yang mas tulis diatas sudah dilakukan tahap demi tahap. lalu permasalahannya kenapa trafor tersebut tidak dapat diuji????

    • soekadie mengatakan:

      kebetulan saya juga belum pernah melakukan pengujian pada trafo di GIS, tapi pada dasarnya alat uji ini bisa untuk mengetahui disissipation factor dan nilai kapasitansi dari suatu alat, jadi walaupun alat tsb menggunakan gas sebagai isolasi tetap bisa dilakukan pengukuran, permasalahan yg muncul di GIS karena terminal-terminal dari belitan tidak nampak sehingga sulit untuk pemasangan pengawatan pengujian. sehingga satu-satunya jalan yaitu dengan membuang sebagian gas terlebih dahulu.

  4. prabowo mengatakan:

    Berarti tidak bisa dong ya melakukan hal seperti itu, sayag juga ya padahal Gas tersebut sangat mahal, percuma saja kita mau ngukur tangen delta apabila kita harus membuang Gas tersebut., padahal pengujian tangen delta cuma memerlukan waktu 1 jam saja. saya pernah mendengar pengujian tangen delta GIS tanpa membuang Gas tersebut. apakah dari omicron merekomendasi pengujian seperti itu. terimaksaih

  5. kardusbekas mengatakan:

    hmm

    kyknya kerja di PLN nih

    mati lampu trus nih jakarta

    mengenai cara pengujian, mungkin itu cukup dengan ikut menguji 3-4 kali, insya Allah kita bisa….
    tapi mengenai pemahaman yang lebih rinci, itu butuh waktu dan kemauan yang ga sedikit.

    pertama,
    apa itu disissipation factor dan nilai kapasitansi?
    waktu itu pernah nanya, tapi cuma dikasitau jikalau semakin tinggi nilainya, maka semakin jelek…..
    saya mikir, mungkin kyk lossis di transmisi tenaga.

    trus tentang pengolahannya? gimana ya?

    mohon bantuannya….. ^.^
    salam kenal

    • soekadie mengatakan:

      salam kenal juga…

      untuk mati lampu di wilayah jkrt kami dr pihak PLN minta maaf, hal ini dkarenakan adanya ktidak seimbangan daya yg dibangkitkan dengan pemakaian daya oleh konsumen.
      iya memang betul untuk hanya sekedar pengujian tidak membutuhkan waktu yg lama karna sudah ada manual book’y, sdangkan untuk pemahaman serta analisa yg matang dbutuhkan waktu yg lama tentunya dbarengi dengan jam terbang yg banyk juga.

      mengenai disissipation factor secara umum dapat diartikan sebagai losses (berkurangnya) kualitas isolasi suatu peralatan. seperti yg dketahui bahwa nilai arus dan tegangan untuk kapasitif apabila di gambar dengan grafik cartesius maka seharusnya membentuk sudut 90 derajat, akan tetapi dengan adanya disissipation factor ini sehingga menyebabkan sudutnya kurang dari 90 derajat. nah sudut tersebut kita namakan “delta”, dmana nilai tangen delta tersebut yg akan menjadi tolak ukur pengukuran untuk evaluasi selain memperhatikan nilai kapasitansi dari perlatan yg diuji, makanya ada beberapa orang yg menyebutnya sebagai pengujian tangen delta.

      sedangkan untuk lossis di transmisi dalam penyaluran daya itu juga terjadi losses yakni rugi-rugi daya atau daya yg berkurang, memang untuk beberapa alat pengujian tan delta diketahui nilai rugi-rugi dayanya berdasarkan perhitungan arus bocor.

      mungkin sekian penjelasan dari saya, semoga bs dimengerti ^_^

  6. sutan bakti CENTRADO mengatakan:

    OK banget

  7. Budi Santoso mengatakan:

    wah menarik ni artikelnya, kmrn akmi juga baru beli alat yang sama, jd artikel ini sangat bermanfaat bagi kami. tapi klo bisa juga ditambahkan mengenai interpretasi hasil pengukuran, beserta standar IEC ato yang lain yang mungkin mas Sukadi punya. kita bisa menerjemahkan grafik respon terhadap tegangan maupun response terhadap frekuensinya.. kemaren saya udah tanya om google, tp blm ketemu juga, klo mas punya, akan sangat membantu. terima kasih.

  8. sutan bakti CENTRADO mengatakan:

    Punya informasi tentang standar pengukuran dan standar nilai POLARIZATION INDEX ngga ?please. Thank’s to SUKADIE’S BLOG.

  9. joseph irawan mengatakan:

    Pak bisa dapat harga untuk jasa pengukuran tg delta
    THX Gbu

  10. sarno mengatakan:

    aq mau tau brp harga alat tsb..urgens banget nich…..

  11. iqbal mengatakan:

    mas, kalo mau uji faktor dielektrik minyak trafo pakai jembatan schering gmna ya???

  12. awang mengatakan:

    mas mau tanya,
    sebenarnya berapa sih batasan keberterimaan nilai tan delta untuk trafo baru maupun yang sudah lama operasi?
    bgaimana kita mengevaluasi hasil tangen delta pada trafo kita dan tindakan apa yang harus kita lakukan jika ternyata nilai nya di luar toleransi?
    terimakasih sebelumnya

    • soekadie mengatakan:

      tergantung jenis alat yg diuji dan sistem tegangan operasinya untuk trafo IBT sistem 500kv harus dibawah 0.5%. kalau diatas nilai toleransi perlu referensi dari pengujian yg lainnya untuk melakukan evaluasi.

  13. maziidul mengatakan:

    Mas,klo mau uji vector group trafo gmn carany?pake’ alat apa?skalian tutorialny…
    Butuh bantuan…
    Thanx…

    • soekadie mengatakan:

      pake omicron yg cpc 100 juga bisa, ntar dilihat sudt phasanya z. mmm tutorialnya lum buat neh hehe klo punya alatnya ada kho di manual instructionnya juga

  14. jumain mengatakan:

    salam knal mas, mau tanya aja udah pernah belum uji tan delta hasil df negatifff, thank’s

  15. rizalnurjaman mengatakan:

    gambar rangkaian pengujiannya ga bisa dilihat bos :(. upload ulang dong gambarnya :)

  16. Frans Andika Pardosi mengatakan:

    bng minta tolong la buatin pembahasan mengenai belitan trafo uji
    tkhs

  17. irwan dermawan mengatakan:

    pak soekadie, mohon bimbingan nya, saya newbie memakai tan delta, kami memakai delta-2000 sebagai alat test, menurut saya semua alat test pada inti nya memakai filosofi ukur yang sama, nah saya mau tanya
    1. bagaimana cara menganalisa hasil dari test kita ?
    2. saya melakukan test terhadap trafo IBT, dan hasil test DF= 0,49 % dan PF= 0,49%, apakah hasil test ini benar atau salah.
    3. bagaimana cara menguji vector group dgn tan delta,

    mohon bimbingan nya
    irwan_dermawan@telkom.net.id

    • soekadie mengatakan:

      Hasil tes tsbut sudah bnar krna nilai tsb merupakan representasi dr sudut saja. Cara menganalisanya dengan mengkonversi nilai tsb pd suhu 20 derajat celcius, dmna stndr pd suhu 20 nilai max DF yaitu 0,5 % . Dengan tan delta tidak dpt dktahui vektor groupnya.

  18. irwan dermawan mengatakan:

    makasih pak atas tanggapan nya,saya mau tanya lagi
    1. apa yang di maksud 1 menit dan 10 menit pada megger, apakah pembacaan pertama dilakukan di waktu 1 menit atau di baca di awal megger,

    2. apakah hasil indek polaritas dapat mempengaruhi haisl tan delta
    trims banyak jika bapak mau memberikan pencerahan kepada saya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s