pada rangkaian open delta dari transformator tiga phasa dalam keadaan normal nilai tegangan untuk Ebreak yaitu sama dengan atau mendekati nol, akan tetapi setelah dianalisa lebih lanjut apabila terjadi gangguan berupa hilangnya sumber tegangan baik akibat terputusnya sumber tegangan maupun akibat gangguan yang menyebabkan hilang tegangan dari salah satu atau lebih phasa maka akan berakibat terhadap berubahnya nilai Ebreak tersebut.
Pada percobaan yang dilaksanakan di ruang LAB. UJT Cirebon , dengan cara menggunakan alat simulasi berupa sumber tegangan tiga phasa dan 3 buah trafo 220V/30V yang dihubungkan Y0d1, dari hasil pengukuran menggunakan AVO-Meter, dalam keadaan normal nilai tegangan sisi sekunder yang dihubung delta baik Vlain maupun Vphasa yaitu kurang lebih 30V sesuai rating tegangan sekunder trafo tersebut. kemudian percobaan dilanjut dengan mensimulasikan rangkaian open delta pada sisi sekunder trafo sesuai gambar dibawah ini.
Bagan rangkaian simulasi percobaan
Percobaan diawali dengan mengukur Ebreak rangkaian open delta trafo dalam keadaan normal, yang kemudian dilanjut dengan mensimulasikan gangguan hilangnya sumber tegangan dari salah satu atou lebih phasa yang terganggu dengan data hasil percobaan yaitu sbb:
Data hasil percobaan simulasi hilang sumber tegangan pada trafo dengan vektor group Y0d5
Supply 380 V yg dilepas Ebreak Sudut Ukur Keterangan
PRIMER SEKUNDER
FASA R 30,31 V VR – Vs = 357,2°~360,1° Vr – Vs = 300° Dalam keadaan normal nilai EBreak = 0
VS – VT = 120,1° Vs – Vt = 120°
VT – VR = 360,1° Vt – Vr = 60°
FASA S 31,37 V VR – Vs = 234,1°~249,1° Vr – Vs = 235,7°~243,9°
VS – VT = 360° Vs – Vt = 310,2°~311,7°
VT – VR = 240,7° Vt – Vr = 240,6°
FASA T 30,96 V VR – Vs = 120,6° Vr – Vs = 120,8°
VS – VT = 233°~356° Vs – Vt = 231,6°~240,5°
VT – VR= 202°~347° Vt – Vr = 354,1°~ 0
Dari data tersebut dapat disimpulakan bahwa apabila terjadi hilang sumber tegangan baik satu atau 2 phasa pada trafo maka nilai tegangan pada rangkaian open deltanya atau Ebreak sama dengan nilai rating rasio tegangan pada belitan sisi sekunder trafo yang dihubung delta tersebut. sebagai contoh, untuk trafo 220V/30V, maka apabila sisi sekunder dari trafo tersebut dirangkai open delta maka nilai Ebreak = 30V. Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan perhitungan secara vektoris mengguanakan persamaan VR + VS + VT = O
Contoh: untuk kasus di GI TSKBR pada PT dengan rasio 70KV : (100/3)V dan vektor group Y0d1 dengan perbedaan sudut yaitu 300, maka:
IVrI = 30,3V∟300 =30,3 (cos 300 + j sin 300)
IVsI = 30,3V∟1500 =30,3 (cos 1500 + j sin 1500)
IVtI = 30,3V ∟2700 =30,3 (cos 2700 + j sin 2700)
VR + VS + VT + Vbreak = O
(15,15√3+j15,15) + (-15,15√3+j15,15) + (0-j30,3) = 0
Maka apabila terjadi hilang sumber tegangan dari salah satu phasa misal phasa S, maka perhitungan matematis untuk mengetahui nilai Ebreak yaitu:
VR + VS + VT = Ebreak
Ebreak = 0 + (-15,15√3+j15,15) + (0-j30,3)
= -15,15√3-j30,3
= 30,3V ∟2100
Hasil yang sama yaitu 30,3 V dengan sudut yang berbeda juga akan diperoleh apabila kita melakukan perhitungan matematis untuk simulasi hilang tegangan paa phasa yang lainnya dengan acuan bahwa phasa yang hilang sumber tegangan mempunyai nilai tegangan nol.
Filed under: Listrik & elektro Ditandai: | listrik






mantap hasil uji cobanya bung….
tingkatkan terus ….